SEMESTER 2

FERY NUR INDAHSARI

Calon Guru PPG Prajab Gelombang 1 tahun 2025/2026

Mendidik dengan Inovasi, Dedikasi, dan Hati

Pilih Portofolio

📚

Semester 1

Portofolio Praktik Pengalaman Lapangan Terbimbing.

🚀

Semester 2

Eksplorasi dan pengembangan kompetensi lanjutan.

Seminar Pendidikan

REFLEKSI HASIL BELAJAR
PDF Preview
UST Logo

IDENTIFIKASI DIRI

PERANGKAT PEMBELAJARAN Lihat Refleksi
Preview Lihat Refleksi

Identifikasi Diri

Menguraikan visi pribadi untuk pendidikan Indonesia, latar belakang dan motivasi menjadi guru, visi sebagai calon pendidik, serta langkah-langkah konkret untuk mewujudkannya.

Artefak
PDF Preview
UST Logo

FILOSOFI PENDIDIKAN

PERANGKAT PEMBELAJARAN Lihat Refleksi
Preview Lihat Refleksi

Filosofi Pendidikan

Menyajikan refleksi filosofi pendidikan dengan model 4C (Connection, Challenge, Concept, Change) untuk menghubungkan pengalaman belajar PPG dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara demi mewujudkan aksi nyata dalam pembelajaran.

Artefak
PDF Preview
UST Logo

PEMAHAMAN PESERTA DIDIK

PERANGKAT PEMBELAJARAN Lihat Refleksi
Preview Lihat Refleksi

Pemahaman Peserta Didik

Refleksi mata kuliah Pemahaman Peserta Didik dan Pembelajaran (PPDP) menggunakan model 4C untuk mengidentifikasi keragaman, potensi, dan kebutuhan belajar peserta didik guna merancang pembelajaran yang lebih efektif dan bermakna.

Artefak
PDF Preview
UST Logo

PEMBELAJARAN MENDALAM DAN ASESMEN DASAR

MODUL MANDIRI Lihat Refleksi
Preview Lihat Refleksi

Pembelajaran Mendalam dan Asesmen Dasar

Refleksi mata kuliah Pembelajaran Mendalam dan Asesmen (PMA) di SMK dengan model 4C untuk memahami penerapan Deep Learning, Constructive Alignment, dan Understanding by Design (UbD) dalam rancangan pembelajaran vokasional.

Artefak
PDF Preview
UST Logo

PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) TERBIMBING

Buku Saku Lihat Refleksi
Preview Lihat Refleksi

Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Terbimbing

Refleksi mata kuliah PPL Terbimbing di SMK Negeri 2 Depok melalui tahapan observasi, praktik asistensi, dan tiga siklus praktik mengajar terbimbing untuk meningkatkan kompetensi mengajar secara nyata.

Artefak
PDF Preview
UST Logo

POLA PIKIR BERTUMBUH (GROWTH MINDSET)

Panduan Mutu Lihat Refleksi
Preview Lihat Refleksi

Pola Pikir Bertumbuh (Growth Mindset)

Refleksi mata kuliah Pola Pikir Bertumbuh dengan model 4C untuk memahami pentingnya growth mindset dan neuroplastisitas otak dalam proses belajar serta pengembangan diri yang berkelanjutan.

Artefak

Galeri Dokumentasi

Kumpulan potret kegiatan praktik mengajar, pendampingan belajar, dan momen-momen inspiratif selama berada di lingkungan sekolah.

📷 Foto Proses Pembelajaran

Momen Kegiatan Praktik
Praktik & Observasi
Suasana Diskusi
Bengkel Las

🎥 Video Pembelajaran

Video Pembelajaran 1 Video Pembelajaran 2

Analisis Produk

Analisis artefak produk rencana dan perangkat pembelajaran

Analisis Produk pembelajaran untuk direfleksikan dalam beberapa aspek yaitu:

Kendala Penyusunan

Kendala utama meliputi penyelarasan rumusan Capaian Pembelajaran (CP) dengan keberagaman level kemampuan murid hasil observasi awal, serta penyusunan instrumen asesmen dan rubrik yang mampu mengukur aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik (Tri-Nga: ngerti, ngrasa, nglakoni) secara holistik dan autentik.

Teori & Konsep Pedagogi

Penyusunan produk sangat mengedepankan filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara melalui Sistem Among (menuntun) dan prinsip Tri-Nga (ngerti, ngrasa, nglakoni), yang dipadukan dengan pemetaan tingkat kognitif Taksonomi Bloom, pendekatan Student-Centered Learning, dan teknik pembelajaran scaffolding.

Faktor Keberhasilan

Keberhasilan diukur melalui efektivitas penggunaan media dan sumber belajar yang bervariasi sesuai kebutuhan kelas, skenario pembelajaran yang runtut, serta kemampuan guru dalam memfasilitasi interaksi kelas secara empatik, memberikan umpan balik konstruktif, dan merangsang partisipasi aktif murid.

Adaptasi Situasi Kelas

Adaptasi dilakukan melalui diferensiasi instruksi dan fleksibilitas pemanfaatan media berdasarkan kondisi aktual. Penyesuaian teknik scaffolding, manajemen waktu saat kegiatan kolaboratif, serta modifikasi cara pemberian instruksi dilakukan untuk merespons dinamika pemahaman dan profil murid yang berbeda-beda.

Lampiran Penilaian

Lampiran 7

Instrumen Penilaian Penyusunan Perangkat Pembelajaran

Penilaian dari guru pamong dan Dosen Pembimbing Lapangan terkait kualitas RPP, modul ajar, dan perangkat asesmen yang telah disusun. Mendapat umpan balik yang sangat positif terutama pada aspek kesesuaian indikator dan tujuan pembelajaran.

Buka Link

Lampiran 8

Instrumen Penilaian Praktik Mengajar (3 Siklus)

Dokumentasi hasil penilaian kinerja selama melaksanakan praktik mengajar di sekolah mitra dalam 3 siklus berturut-turut. Terdapat peningkatan signifikan pada penguasaan kelas, variasi intonasi suara, and kemampuan memberikan scaffolding kepada murid yang membutuhkan.

Buka Link

Model Guru yang Dituju

Sebagai calon pendidik profesional, saya merancang misi utama untuk menjadi guru yang transformatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi abad 21, dan selalu berpusat pada kebutuhan murid.

Untuk mewujudkan misi tersebut, perjalanan ini dibangun di atas fondasi empat kompetensi utama (Pedagogik, Profesional, Kepribadian, dan Sosial) serta diperkuat dengan pembentukan karakter luhur (welas asih dan empati) berdasarkan filosofi Ki Hajar Dewantara. Tujuannya adalah untuk mencetak generasi yang tidak hanya tangguh secara keterampilan vokasional, namun juga anggun secara moral.

Guru Transformatif

Misi utama: Membawa inovasi dalam pembelajaran yang relevan dengan tuntutan kompetensi abad 21.

Kompetensi Pedagogik

Mampu merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran bermakna yang berpusat pada siswa.

Kompetensi Profesional

Menguasai materi pelajaran secara mendalam dan luas sesuai dengan bidang keilmuan yang diampu.

Kompetensi Kepribadian

Menjadi teladan yang baik, memiliki akhlak mulia, berwibawa, dan mantap dalam bersikap sehari-hari.

Kompetensi Sosial

Mampu berkomunikasi dan berkolaborasi secara efektif dengan murid, sesama pendidik, dan masyarakat.

Karakter Welas Asih

Membangun lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan penuh empati sesuai dengan filosofi Ki Hajar Dewantara.

Refleksi Akhir Praktik Pengalaman Lapangan Terbimbing

Bagian ini memuat penjabaran mendalam mengenai pengalaman selama praktik lapangan terbimbing.

Yang Telah Dipelajari

Selama PPL Terbimbing, saya belajar mengimplementasikan teori pedagogik ke dalam praksis pembelajaran nyata. Saya memperoleh pengalaman berharga dalam merancang modul ajar adaptif (berbasis Problem-Based Learning dan Deep Learning), menerapkan asesmen diagnostik awal, serta mengelola dinamika kelas secara efektif agar selaras dengan kebutuhan belajar murid.

Pengalaman

Tantangan utama adalah menghadapi keberagaman gaya belajar dan mengontrol mobilitas murid saat observasi lapangan dan praktikum bengkel. Solusinya, saya mengoptimalkan instruksi mandiri melalui Lembar Kerja Murid (LKM) interaktif, melakukan pendekatan personal yang humanis, serta menerapkan rubrik penilaian unjuk kerja yang lebih presisi dan terstruktur.

Umpan Balik

Umpan balik dari guru pamong dan DPL menekankan pada pentingnya manajemen waktu yang lebih efisien antara teori dan praktik. Selain itu, saya disarankan untuk memperbanyak scaffolding bagi murid yang menemui kesulitan, serta lebih memaksimalkan pemanfaatan media visual teknologi guna menjaga fokus murid untuk persiapan di tahap PPL Mandiri.

Filosofi Mengajar

Filosofi mengajar saya berakar pada keyakinan bahwa pendidikan bukanlah sekadar proses transfer pengetahuan (transfer of knowledge), melainkan sebuah upaya sadar untuk memanusiakan manusia. Selama menjalani fase observasi dan asistensi pada Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), saya menyadari bahwa setiap murid hadir di kelas dengan keunikan latar belakang dan potensi yang berbeda. Keyakinan ini sejalan dengan filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara, di mana pendidik berperan sebagai "pamong" yang menuntun segala kodrat alam dan kodrat zaman pada diri murid. Praktik pengajaran yang saya yakini harus berlandaskan pada asas Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani—memberikan teladan saat di depan, membangun semangat saat di tengah, dan memberikan dorongan memandirikan saat di belakang.

Dalam tahap praktik pembelajaran terbimbing, saya mengintegrasikan filosofi tersebut dengan teori konstruktivisme Lev Vygotsky, khususnya melalui konsep Zone of Proximal Development (ZPD). Saya meyakini bahwa pembelajaran bermakna terjadi ketika murid secara aktif membangun pengetahuannya sendiri melalui interaksi sosial dan pengalaman langsung. Oleh karena itu, baik di ruang kelas maupun di bengkel praktik, saya menempatkan diri sebagai fasilitator yang memberikan scaffolding secara terukur. Alih-alih memberikan jawaban secara instan, saya merancang situasi pembelajaran seperti Problem-Based Learning agar murid terlatih berpikir kritis, memecahkan masalah faktual, dan berkolaborasi dalam tim. Nilai kemandirian, kejujuran akademik, dan etos kerja inilah yang senantiasa saya integrasikan dalam setiap sintaks pembelajaran.

Pada akhirnya, kristalisasi dari seluruh perjalanan ini membentuk ideologi profesional saya: menjadi guru yang transformatif, berpusat pada murid (student-centered), dan pembelajar sepanjang hayat (lifelong learner). Saya memegang teguh prinsip bahwa keberhasilan seorang pendidik tidak hanya diukur dari perolehan nilai teknis (hard skills) murid, melainkan dari sejauh mana pendidik tersebut mampu menyentuh hati dan membentuk kecerdasan moral (soft skills) mereka. Dengan menghadirkan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan mengedepankan asas welas asih, saya berkomitmen mendedikasikan diri untuk mencetak lulusan teknik manufaktur yang tidak hanya kompeten secara profesional, tetapi juga berintegritas tinggi dan berbudaya luhur.

Thank You

Pratinjau Dokumen